Pencerahan Kepala Biro AUAK Untuk Para Dosen CPNS IAIN Ambon.

OKH IAIN Ambon – Rapat Kepala Biro AUAK (Administrasi Umum, Akademik dan Kemahasiswaan) bersama para dosen CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) IAIN Ambon berlangsung serius, rapat yang dilaksanakan oleh Bagian Organisasi, Kepegawaian dan Hukum (OKH) ini membahas tugas dan fungsi dosen CPNS, serta evaluasi selama berstatus CPNS sejak Maret 2019 sampai saat ini. rapat yang bertempat di aula Student Center IAIN Ambon ini di buka oleh Kepala Sub Bagian Kepegawaian Bunyamin Umaternate,M.Pd.I. dengan Pengantar dari Kepala Biro AUAK Dr. H. Marwan Razak, M.Pd.I., di lanjutkan pengarahan dari Kepala Bagian OKH Dra. Aisa Umarella, Senin (20/01/2020).

IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Ambon memiliki 42 CPNS sejak tahun 2019, rincian 39 CPNS dengan jabatan sebagai calon dosen, 3 CPNS dengan jabatan struktural. Semuanya telah melaksanakan kewajiban mengikuti latsar (Latihan Dasar) CPNS pada BDK (Balai Diklat Keagamaan) Ambon dari Agustus sampai dengan November 2019.

Kepala Biro AUAK dalam pengantarnya menjelaskan tentang fungsi dan jabatan dosen yang masih berstatus CPNS, sebagaimana di jelaskan dalam rapat bahwa untuk calon dosen CPNS ada aturan yang mengikat baik yang sifatnya menyeluruh maupun yang bersifat khusus, untuk alih status seorang CPNS menjadi PNS di antaranya adalah Ijazah dan sertifikat latsar atau yang dulu biasa disebut prajabatan, ditambah surat kesehatan sebagai syarat lainnya, kententuan administrasi mengatur demikian sehingga seorang dosen selama berstatus CPNS tidak perlu melaksanakan fungsi lain sebagai dosen karena nilai angka kredit bagi seorang calon dosen sudah mencapai 150 Kum hanya dengan menggunakan Ijazah S-2 dan sertifikat latsar.

Seperti diketahui, bahwa saat ini banyak calon dosen CPNS yang sudah mengajukan penerbitan surat tugas pengabdian, yang sesungguhnya tidak akan mempengaruhi baik menambah atau berkurangnya nilai angka kredit dimaksud. hal ini menjadi sebab para calon dosen ini dikumpulkan agar mendapat pencerahan tentang tugas dan fungsi dosen yang masih berstatus CPNS, seperti di jelaskan dalam aturan (Lampiran II PermenPanRb Nomor 46 Tahun 2013) bahwa Ijazah S-2 setiap dosen CPNS memiliki bobot nilai 125 kum (kumulatif) dan sertifikat latsar (pelatihan dan pendidikan CPNS) bobot nilai 25 kum, sehingga fungsi dosen sesuai Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian tidak berlaku selama dosen tersebut masih berstatus CPNS.

Selain pengantar oleh Kepala Biro, rapat di lanjutkan dengan arahan oleh Kepala Bagian Organisasi, Kepegawaian dan Hukum yang memaparkan evaluasi kinerja para calon dosen CPNS yang sudah menjalankan tugas di IAIN Ambon sampai saat ini. Di hadapan para calon dosen CPNS, Kepala Bagian OKH menyampaikan catatan evaluasi dari Sub Bagian Kepegawaian bahwa disiplin kehadiran sesuai data finger print dari beberapa CPNS di nilai kurang baik karena ada yang tanpa keterangan, laporan dari atasan masing-masing fakultas bahwa beberapa calon dosen tidak menunjukkan tanggungjawab yang baik ketika diberi tugas sebagai tenaga pengajar maupun tenaga administrasi yang sifatnya di perbantukan.

Kabag. OKH mengingatkan bahwa laporan tidak baik dari atasan bisa menjadi salah satu faktor bagi CPNS untuk tidak di terbitkan SK sebagai PNS, sehingga harapannya adalah kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepatuhan kepada pimpinan di perbaiki demi masa depan pribadi CPNS itu sendiri. Disela-sela rapat, Kabag. OKH menyampaikan informasi tentang sertifikat latsar CPNS IAIN Ambon siap di berikan dalam waktu dekat ini berdasarkan hasil komunikasi kabag. dengan pimpinan BDK Ambon.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *